Kamis, 19 Juli 2012

ekonomi regional




  1. Definisi Ilmu Ekonomi Regional
Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya yang terbatas. Sedangkan Ilmu Ekonomi Regional atau Ilmu Ekonomi Wilayah/Daerah adalah satu cabang dari ilmu ekonomi yang dalam pembahasannya memasukkan unsur perbedaan potensi satu wilayah dengan wilayah lain. Dalam kaitannya dengan ilmu lain :
1. Ilmu Ekonomi Regional (pengertiannya sda) mengenal dan mempergunakan istilah yang sama, misalnya modal, wilayah homogen, kota, dan wilayah belakangnya, tetapi dengan pendekatan yang berbeda (dikemukakan oleh para pemikir pertama tentang ekonomi dan lokasi seperti : Von Thunen 1826, Weber 1929, Ohlin 1939 dan Losch 1954, sebagai pemberi landasan teori).
2. Ilmu Bumi Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari keberadaan suatu kegiatan di suatu lokasi dan bagaimana wilayah sekitarnya bereaksi atas kegiatan tersebut (labih banyak melihat kegiatan tersebut secara individual misalnya , mempelajari dampak satu atau sekelompok kegiatan di satu lokasi terhadap kegiatan lain di lokasi lain, atau bagaimana kinerja kegiatan di lokasi itu sabagai akibat dekat atau jauhnya lokasi itu dari lokasi kegiatan lain, tetapi lokasi tersebut saling berhubungan atau berinteraksi).
Dengan demikian unit analisis ekonomi regional adalah wilayah ataupun sektor dan bukan kegiatan individual.
Secara Umum Walter Isard memberi landasan yang lengkap atas ilmu ekonomi regional setelah diterbitkan disertasinya di Universitas Harvard yang berjudul Location and Space Economics (1956). Dengan demikian Walter Isard dianggap sebagai orang yang pertama memberi kerangka landasan tentang apa saja yang dapat dikategorikan ke dalam Regional Science, yang pada dasarnya adalah penerapan prinsip-prinsip ekonomi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi antara wilayah yang memiliki potensi yang berbeda. Ilmu Ekonomi Regional masuk ke Indonesia pada awal tahun 1970-an, karena pemerintah menyadari pentingnya pembangunan ekonomi daerah sebagai bagian dari cara untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.
B.     Tujuan Ilmu Ekonomi Regional
Ferguson (1965), mengatakan bahwa tujuan utama kebijakan ekonomi adalah :
1. Full Employment, setidak-tidaknya dengan tingkat pengangguran rendah menjadi tujuan pokok pemerintahan pusat maupun daerah.
2. Economic Growth, akan menyediakan lapangan kerja bagi angkatan kerja baru, juga diharapkan dapat memperbaiki kehidupan manusia atau peningkatan pendapatan.
3. Price Stability, untuk menciptakan rasa aman dalam masyarakat.
Ada di antara tujuan ekonomi yang tidak mungkin dilakukan daerah (pemerintah daerah) apabila daerah itu bekerja sendiri, yaitu menstabilkan tingkat harga kenapa ? Namun apabila daerah itu dapat memenuhi tujuan pertama dan kedua hal tersebut akan membantu pemerintah pusat untuk memenuhi tujuan ketiga kenapa ? Namun di sisi lain, daerah karena wilayahnya yang lebih sempit, dapat dibuat klebijakan yang lebih bersifat spasial sehingga ada hal-hal yang dapat dilakukan oleh daerah secara lebih baik daripada oleh pemerintah pusat. Hal-hal yang bias diatur di daerah :
1. Terjaganya kelestarian lingkungan hidup.
2. Pemerataan pembangunan dalam wilayah.
3. Penetapan sektor unggulan wilayah.
4. Membuat keterkaitan antarsektor yang lebih serasi dalam wilayah, sehingga menjadi bersinergi dan berkesinambungan.
5. Pemenuhan pangan wilayah.
C.    Manfaat Ilmu Ekonomi Regional
1. Manfaat Makro bertalian dengan bagaimana pemerintah pusat dapat menggunakannya untuk mempercepat laju pertumbuhan keseluruhan wilayah.Contoh ditinjau dari sudut pemerintah pusat masing-masing wilayah memiliki potensi yang berbeda. Dari sudut potensi, masing-masing wilayah memiliki keunggulan komparatif yang berbeda dan bias dimanfaatkan untuk menetapkan skala prioritas yang berbeda untuk masing-masing wilayah. Dari sudut tingkat pendapatan, masing-masing wilayah memiliki tingkat pendapatan yang berbeda. Wilayah dengan tingkat pendapatan rendah memiliki MPC (Marginal Propensity to Consume) yang tinggi.Hal ini dapat digunakan untuk meningkatkan efek pengganda (Multiplier Effec) dari pengeluaran pemerintah pusat.
2. Manfaat Mikro, yaitu bagaimana IER dapat membantu perencana wilayah menghemat waktu dan biaya dalam proses menentukan lokasi suatu kegiatan atau proyek. Contoh IER membantu perencana wilayah dalam menentukan di bagian mana suatu kegiatan proyek itu sebaiknya dibangun, tetapi tidak sampai menunjuk lokasi konkrit proyek tersebut (yang dilihat yaitu di wilayah mana yang memiliki keunggulan komparatif).








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemuliaan Tanaman

Sejarah Perkembangan Pemuliaan Tanaman             Bangsa Assyrians dan Babylonian pada permulaan tahun 700 sebelum masehi, telah mela...