- Definisi Ilmu Ekonomi Regional
Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang
mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya yang terbatas.
Sedangkan Ilmu Ekonomi Regional atau Ilmu Ekonomi Wilayah/Daerah adalah satu
cabang dari ilmu ekonomi yang dalam pembahasannya memasukkan unsur perbedaan
potensi satu wilayah dengan wilayah lain. Dalam kaitannya dengan ilmu lain :
1. Ilmu Ekonomi Regional (pengertiannya
sda) mengenal dan mempergunakan istilah yang sama, misalnya modal, wilayah
homogen, kota, dan wilayah belakangnya, tetapi dengan pendekatan yang berbeda
(dikemukakan oleh para pemikir pertama tentang ekonomi dan lokasi seperti : Von
Thunen 1826, Weber 1929, Ohlin 1939 dan Losch 1954, sebagai pemberi landasan
teori).
2. Ilmu Bumi Ekonomi adalah ilmu
yang mempelajari keberadaan suatu kegiatan di suatu lokasi dan bagaimana
wilayah sekitarnya bereaksi atas kegiatan tersebut (labih banyak melihat
kegiatan tersebut secara individual misalnya , mempelajari dampak satu atau
sekelompok kegiatan di satu lokasi terhadap kegiatan lain di lokasi lain, atau
bagaimana kinerja kegiatan di lokasi itu sabagai akibat dekat atau jauhnya
lokasi itu dari lokasi kegiatan lain, tetapi lokasi tersebut saling berhubungan
atau berinteraksi).
Dengan demikian unit analisis ekonomi regional adalah
wilayah ataupun sektor dan bukan kegiatan individual.
Secara Umum Walter Isard memberi landasan yang lengkap atas
ilmu ekonomi regional setelah diterbitkan disertasinya di Universitas Harvard
yang berjudul Location and Space Economics (1956). Dengan demikian
Walter Isard dianggap sebagai orang yang pertama memberi kerangka landasan
tentang apa saja yang dapat dikategorikan ke dalam Regional Science, yang pada
dasarnya adalah penerapan prinsip-prinsip ekonomi untuk mempercepat pertumbuhan
ekonomi antara wilayah yang memiliki potensi yang berbeda. Ilmu Ekonomi
Regional masuk ke Indonesia pada awal tahun 1970-an, karena pemerintah
menyadari pentingnya pembangunan ekonomi daerah sebagai bagian dari cara untuk
mencapai tujuan pembangunan nasional.
B.
Tujuan Ilmu
Ekonomi Regional
Ferguson
(1965), mengatakan bahwa tujuan utama kebijakan ekonomi adalah :
1. Full
Employment, setidak-tidaknya dengan tingkat pengangguran rendah menjadi
tujuan pokok pemerintahan pusat maupun daerah.
2. Economic
Growth, akan menyediakan lapangan kerja bagi angkatan kerja baru, juga
diharapkan dapat memperbaiki kehidupan manusia atau peningkatan pendapatan.
3. Price
Stability, untuk menciptakan rasa aman dalam masyarakat.
Ada di antara
tujuan ekonomi yang tidak mungkin dilakukan daerah (pemerintah daerah)
apabila daerah itu bekerja sendiri, yaitu menstabilkan tingkat harga kenapa ?
Namun apabila daerah itu dapat memenuhi tujuan pertama dan kedua hal tersebut
akan membantu pemerintah pusat untuk memenuhi tujuan ketiga kenapa ? Namun di
sisi lain, daerah karena wilayahnya yang lebih sempit, dapat dibuat klebijakan
yang lebih bersifat spasial sehingga ada hal-hal yang dapat dilakukan oleh
daerah secara lebih baik daripada oleh pemerintah pusat. Hal-hal yang bias diatur di daerah :
1. Terjaganya kelestarian lingkungan
hidup.
2. Pemerataan pembangunan dalam wilayah.
3. Penetapan sektor unggulan
wilayah.
4. Membuat keterkaitan antarsektor
yang lebih serasi dalam wilayah, sehingga menjadi bersinergi dan
berkesinambungan.
5. Pemenuhan pangan wilayah.
C.
Manfaat Ilmu
Ekonomi Regional
1. Manfaat Makro bertalian dengan
bagaimana pemerintah pusat dapat menggunakannya untuk mempercepat laju
pertumbuhan keseluruhan wilayah.Contoh ditinjau dari sudut pemerintah
pusat masing-masing wilayah memiliki potensi yang berbeda. Dari sudut potensi,
masing-masing wilayah memiliki keunggulan komparatif yang berbeda dan bias
dimanfaatkan untuk menetapkan skala prioritas yang berbeda untuk masing-masing
wilayah. Dari sudut tingkat pendapatan, masing-masing wilayah memiliki tingkat
pendapatan yang berbeda. Wilayah
dengan tingkat pendapatan rendah memiliki MPC (Marginal Propensity to
Consume) yang tinggi.Hal ini dapat digunakan untuk meningkatkan efek
pengganda (Multiplier Effec) dari pengeluaran pemerintah pusat.
2. Manfaat Mikro, yaitu bagaimana
IER dapat membantu perencana wilayah menghemat waktu dan biaya dalam proses
menentukan lokasi suatu kegiatan atau proyek. Contoh IER membantu perencana
wilayah dalam menentukan di bagian mana suatu kegiatan proyek itu sebaiknya
dibangun, tetapi tidak sampai menunjuk lokasi konkrit proyek tersebut (yang
dilihat yaitu di wilayah mana yang memiliki keunggulan komparatif).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar