Selasa, 17 Desember 2013

Pemuliaan Tanaman


Sejarah Perkembangan Pemuliaan Tanaman
            Bangsa Assyrians dan Babylonian pada permulaan tahun 700 sebelum masehi, telah melakukan persilangan buatan pada tanaman sejenis palem. Bangsa Indian Amerika telah melakukan kegiatan pemuliaan tanaman jagung, jauh sebelum Bangsa Kulit Putih datang ke Amerika.
1.  Hooke (1635-1703), Grew (1641-1712) dan Malpighi (1628-1694) merupakan pengguna mikrokup untuk pertama kali, dan merupakan pelopor penelitian permulaan dari sel.
2.    Millington (1676) mengemukakan fungsi tepung sari, sebagai organ kelamin jantan.
3.    Camerarius (1694) untuk pertama kali mendemontrasikan organ seks pada tanaman.
4.    Cotton Mather (1716) menemukan persilangan alami pada tanaman jagung.
5. Fairchild (1717), Joseph Koelreuter (1760-1766) dan Andrew Knight (1757-1835) melakukan persilangan pada tanaman untuk memperoleh jenis hibrida.  
6.   Brown (1831) menemukan inti sel.
7.   Schleiden dan Schwann (1838-1839) mengemukakan teori sel.
8. Remak dan Vircow (1858) memberikan ketegasan bahwa semua sel itu terjadi karena adanya pembelahan dari sel sebelumnya.
9.  Schweigger-Seidel (1865) dan La Vallette St. George (1865) menyatakan bahwa sel kelamin (gamet) merupakan sebuah sel.
10. Newport (1854) Pringsheim (1856), dan Thuret (1857) mengemukankan pertama kalinya istilah fertilisasi yaitu bersatunya gamet-gamet.
11.    Charles Darwin (1858) mengemukakan teori Seleksi Alam dan Evolusi.
12. Gregor Mendel (1822-1884) mengumumkan hasil penelitian dengan kacang polong, yaitu berupa penurunan sifat dari induk (parents) kepada anak-anaknya (filials), dan dikenal sebagai Hukum Mendel. Tetapi hasil penelitian tersebut belum diakui oleh para ilmuan pada saat tersebut.
13.    Strasburger (1875) melaporkan gambaran inti sel secara lengkap.
14.    Hertwig (1875) menegaskan bahwa gamet-gamet yang bersatu itu berasal dari induknya masing-masing.
15. Hertwig (1875) dan Strasburger (1877), menegaskan bahwa inti sel (nucleus) mempunyai peranan penting pada fertilisasi maupun pembelahan sel. Dengan demikian terciptalah konsep epigenesis yang menegaskan bahwa setiap organisme baru itu merupakan kreasi baru yang dihasilkan oleh pertumbuhan zigot.
16.    Waldeyer (1877) mengemukakan istilah gamet dan kromosom.
17. Fleming (1882) pertama kali memberikan nama kromatin untuk bagian kromosom yang mudah mengisap zat warna.
18. Hjalman Nilson (1890) mengembangkan varietas baru yang berasal dari seleksi turunan tanaman menyerbuk sendiri, dengan cara tersebut pemulia tanaman mulai menggunakan dasar ilmiah untuk pertama kali.
19.   Hugo de Vries, Carl Correns dan Tschermak (1900) melakukan kembali penelitian sama dengan yang dilakukan oleh Gregor Mendel, tetapi pada lokasi yang berbeda. Hasil penelitian ketiga ilmuan tersebut, menunjukkan prinsip yang sama dengan yang dihasilkan oleh Gregor Mendel. Sejak itu Hukum Mendel baru diakui kebenarannya, dan sejak itu pula penelitian Genetika, Sitologi, dan Pemuliaan Tanaman berkembang dengan pesat.
20.    Bateson (1900), mengemukakan istilah allerlomorf, homosigot, dan filial.
21.    Punnet dan Bateson (1902) menunjukkan adanya peristiwa linkage pada organisme.
22.    Shull (1904) mengembangkan galur inbrida pada tanaman jagung. Dan mengusulkan istilah heterosis untuk ketegaran hibrida. 
23. Haris (1912) mengusulkan penggunaan.Chi-square.
24.    Winkler (1912) mengusulkan nama genoom untuk sepasang kromosom.
25.  Edward East`dan Donald F. Jones (1918) mengembangkan varietas hibrida untuk kepentingan para petani.
26.    T.J. Jenkin (1919) mengembangkan varietas sintetis pada jagung.
27.    Mishiyama (1929) meneliti lebih mendalam tentang sitogenetik tanaman avena.
28.    Dustin (1934) menemukan senyawa alkaloid Colchisin.
29.    Love (1934), menerangkan rancangan percobaan dan sidik ragam.
30.    Crik dan Watson (1953) menemukan molekul DNA sebagai penentu pewariasan sifat pada organisme, dan dari sejak itu pula genetika moderen/ rekayasa genetika berkembang dengan pesat.
31.  IRRI (1965) telah melepas varietas unggul padi dengan nama PB5 (IR5) dan IR8 (PB8). Varietas ini berumur genjah, berdaun tegak, respon terhadap pemupukan dan potensi produksi tinggi, dan mempunyai andil besar dalam revolusi hijau (greenrevolution).

DAFTAR PUSTAKA

Wayan Sudarka, Sang Made Sarwadana, I Gde Wijana, Ni Made Pradnyawati. 2009. Pemuliaan Tanaman. Program Studi Agronomi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Udayana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemuliaan Tanaman

Sejarah Perkembangan Pemuliaan Tanaman             Bangsa Assyrians dan Babylonian pada permulaan tahun 700 sebelum masehi, telah mela...