Sejarah
Perkembangan Pemuliaan Tanaman
Bangsa
Assyrians dan Babylonian pada permulaan tahun 700 sebelum masehi, telah
melakukan persilangan buatan pada tanaman sejenis palem. Bangsa Indian Amerika telah
melakukan kegiatan pemuliaan tanaman jagung, jauh sebelum Bangsa Kulit Putih
datang ke Amerika.
1. Hooke
(1635-1703), Grew (1641-1712) dan Malpighi (1628-1694) merupakan pengguna
mikrokup untuk pertama kali, dan merupakan pelopor penelitian permulaan dari
sel.
2. Millington
(1676) mengemukakan fungsi tepung sari, sebagai organ kelamin jantan.
3. Camerarius
(1694) untuk pertama kali mendemontrasikan organ seks pada tanaman.
4. Cotton
Mather (1716) menemukan persilangan alami pada tanaman jagung.
5. Fairchild
(1717), Joseph Koelreuter (1760-1766) dan Andrew Knight (1757-1835) melakukan
persilangan pada tanaman untuk memperoleh jenis hibrida.
6. Brown
(1831) menemukan inti sel.
7. Schleiden
dan Schwann (1838-1839) mengemukakan teori sel.
8. Remak
dan Vircow (1858) memberikan ketegasan bahwa semua sel itu terjadi karena
adanya pembelahan dari sel sebelumnya.
9. Schweigger-Seidel
(1865) dan La Vallette St. George (1865) menyatakan bahwa sel kelamin (gamet)
merupakan sebuah sel.
10. Newport
(1854) Pringsheim (1856), dan Thuret (1857) mengemukankan pertama kalinya
istilah fertilisasi yaitu bersatunya gamet-gamet.
11. Charles
Darwin (1858) mengemukakan teori Seleksi Alam dan Evolusi.
12. Gregor
Mendel (1822-1884) mengumumkan hasil penelitian dengan kacang polong, yaitu
berupa penurunan sifat dari induk (parents) kepada anak-anaknya (filials),
dan dikenal sebagai Hukum Mendel. Tetapi hasil penelitian tersebut belum diakui
oleh para ilmuan pada saat tersebut.
13. Strasburger
(1875) melaporkan gambaran inti sel secara lengkap.
14. Hertwig
(1875) menegaskan bahwa gamet-gamet yang bersatu itu berasal dari induknya
masing-masing.
15. Hertwig
(1875) dan Strasburger (1877), menegaskan bahwa inti sel (nucleus) mempunyai
peranan penting pada fertilisasi maupun pembelahan sel. Dengan demikian terciptalah
konsep epigenesis yang menegaskan bahwa setiap organisme baru itu merupakan
kreasi baru yang dihasilkan oleh pertumbuhan zigot.
16. Waldeyer
(1877) mengemukakan istilah gamet dan kromosom.
17. Fleming
(1882) pertama kali memberikan nama kromatin untuk bagian kromosom yang
mudah mengisap zat warna.
18. Hjalman
Nilson (1890) mengembangkan varietas baru yang berasal dari seleksi turunan tanaman
menyerbuk sendiri, dengan cara tersebut pemulia tanaman mulai menggunakan dasar
ilmiah untuk pertama kali.
19. Hugo
de Vries, Carl Correns dan Tschermak (1900) melakukan kembali penelitian sama
dengan yang dilakukan oleh Gregor Mendel, tetapi pada lokasi yang berbeda.
Hasil penelitian ketiga ilmuan tersebut, menunjukkan prinsip yang sama dengan
yang dihasilkan oleh Gregor Mendel. Sejak itu Hukum Mendel baru diakui kebenarannya,
dan sejak itu pula penelitian Genetika, Sitologi, dan Pemuliaan Tanaman
berkembang dengan pesat.
20. Bateson
(1900), mengemukakan istilah allerlomorf, homosigot, dan filial.
21. Punnet
dan Bateson (1902) menunjukkan adanya peristiwa linkage pada organisme.
22. Shull
(1904) mengembangkan galur inbrida pada tanaman jagung. Dan mengusulkan istilah
heterosis untuk ketegaran hibrida.
23. Haris (1912) mengusulkan penggunaan.Chi-square.
24. Winkler
(1912) mengusulkan nama genoom untuk sepasang kromosom.
25. Edward
East`dan Donald F. Jones (1918) mengembangkan varietas hibrida untuk
kepentingan para petani.
26. T.J.
Jenkin (1919) mengembangkan varietas sintetis pada jagung.
27. Mishiyama
(1929) meneliti lebih mendalam tentang sitogenetik tanaman avena.
28. Dustin
(1934) menemukan senyawa alkaloid Colchisin.
29. Love
(1934), menerangkan rancangan percobaan dan sidik ragam.
30. Crik
dan Watson (1953) menemukan molekul DNA sebagai penentu pewariasan sifat pada
organisme, dan dari sejak itu pula genetika moderen/ rekayasa genetika
berkembang dengan pesat.
31. IRRI
(1965) telah melepas varietas unggul padi dengan nama PB5 (IR5) dan IR8 (PB8).
Varietas ini berumur genjah, berdaun tegak, respon terhadap pemupukan dan potensi
produksi tinggi, dan mempunyai andil besar dalam revolusi hijau
(greenrevolution).
DAFTAR PUSTAKA
Wayan Sudarka, Sang Made Sarwadana, I Gde Wijana, Ni
Made Pradnyawati. 2009. Pemuliaan Tanaman. Program Studi Agronomi Jurusan
Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Udayana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar